Membludaknya perkara masuk di Pengadilan Agama pasca One Roof System dan peranan Mediasi dalam mengurangi penumpukan perkara

MEMBLUDAKNYA PERKARA MASUK

DI PENGADILAN AGAMA PASCA ONE ROOF SYSTEM

DAN PERANAN MEDIASI DALAM 

MENGURANGI PENUMPUKAN PERKARA

ketuapaba

Oleh : Drs. H. Damsyi Hanan, M.H. Ketua Pengadilan Agama Banjarnegara Klas IA

A.    PENDAHULUAN Bahwa dalam salah satu konsideran PERMA Nomor 1 Tahun 2008 dikatakan “Pengintegrasian Mediasi ke dalam proses beracara di Pengadilan dapat menjadi salah satu instrumen efektif mengatasi masalah penumpukan perkara di Pengadilan”. Tingginya angka pertambahan / kenaikan perkara terutama perceraian di Pengadilan Agama terasa sekali sejak beralihnya Pengadilan Agama dari secara Organisasi, Administrasi dan Finansial di bawah Kementerian Agama ke Mahkamah Agung (One Roof System) pada 30 Juni 2004. Hal ini diakui langsung oleh Prof.H.Nazarudin Umar, MA (sekarang sebagai Wakil Menteri pada Kementerian Agama RI) yang disampaikan pada seminar Hukum Materi Pengadilan Agama di Hotel Red Top Jakarta tahun 2010. Sebagai gambaran dapat dilihat bahwa menurut statistik di Badilag, perkara yang masuk pada tahun 2010 sebanyak 320.788 perkara, tahun 2011 sebanyak 363.470 perkara, ini berarti ada kenaikan sebanyak 13,31%. Bagaimana angka pertambahan / kenaikan perkara yang  begitu tinggi dapat terjadi dan apakah instrumen Mediasi yang sudah berjalan hampir 5 tahun ini terbukti dapat mengurangi penumpukan perkara secara efektif. Kiranya inilah yang menjadi bahasan dalam makalah yang sederhana dan singkat ini. Semoga bermanfaat. Selengkapnya...