Pemusnahan Blanko Akta Cerai

Belum lama ini, bagian keperkaraan telah menata ulang tata letak ruang arsip perkara Pengadilan Agama Banjarnegara.

Saat arsip yang berada di rak dan almari mulai dirapihkan kembali, ada pegawai yang menemukan sejumlah blanko Akta Cerai (AC), sebuah blanko yang nantinya digunakan sebagai bukti otentik setelah ikatan pernikahan ditanyakan putus oleh majelis hakim. Blanko tersebut sudah tidak digunakan lagi karena kelebihan stok atau pengiriman.

PEMUSNAHAN AKTA CERAI

Kelebihan dalam pengiriman blanko akta cerai dari Mahkamah Agung acap kali terjadi pada satuan kerja Pengadilan Agama. Namun, di sisi lain, tepatnya pada bagian mediasi kerap kekurangan buku registrasi mediasi.

Melihat adanya tumpukan blanko AC yang cukup banyak, Ketua Pengadilan Agama Banjarnegara, Drs. H. Malik Ibrahim, S.H, M.H, merasa waswas. Khawatir jika blanko sampai berpindah tangan kepada orang yang tidak bertanggungjawab. Atau, bisa jadi disalahgunakan menjadi akta cerai palsu yang kemudian dikomersilkan.

Untuk mengantisipasi kejadian buruk di atas, Drs. H. Malik Ibrahim, S.H, M.H, lekas mengambil sikap dengan segera kepanitiaan guna memusnahkan blanko AC.

Sebagai tindak lanjut adanya temuan tersebut, usai apel pagi, Senin (16/02), dilakukan kegiatan pemusnahan seluruh blanko akta cerai pun dilaksanakan dengan cara dibakar.

PEMBAKARAN AKTA CERAI PA BANJARNEGARA

Atas dasar Surat Tugas dari KPA Banjarnegara, Nomor: W11-A5/412/PL.03/II/2015, H. Nahdul Bunyani, S.H, (selaku Panitera/Sekretaris Pengadilan Agama Banjarnegara Kelas 1.A) ditugaskan untuk memimpin kegiatan pemusnahan blanko akta cerai yang berjumlah 13.700 eksemplar.

Kegiatan tersebut bertempat di halaman depan Gedung Pengadilan Agama Banjarnegara dengan disaksikan oleh seluruh pegawai Pengadilan Agama Banjarnegara.

PEMBAKARAN AKTA CERAI

Pemusnahan AC berjalan dengan tertib dan selesai tepat pukul 09.00 WIB, ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Pemusnahan Akta Cerai oleh H. Nahdul Bunyani, S.H, serta dua saksi, Mustofa, S.H dan Mukholiq, S.H , dan diketahui oleh Drs. H. Malik Ibrahim, S.H, M.H. (text/photo by ic)