Cuma Satu Menit

Senin pagi, udara Kabupaten Banjarnegara sangat cerah. Secerah karyawan dan karyawati Pengadilan Agama Banjarnegara yang mengikuti apel pagi setelah dua hari Sabtu dan Minggu menikmati hari libur. Tampak wajah-wajah mereka bersemangat untuk melayani masyarakat.

Mengawali kegiatan Pelayanan terhadap Masyarakat, tiap Senin pagi Pengadilan Agama Banjarnegara melaksanakan kegiatan apel pagi. Sebagaimana biasa apel  diikuti oleh jajaran Pimpinan Pengadilan Agama, para hakim, panitera serta karyawan dan karyawati Pengadilan Agama Banjarnegara.

APEL SENIN PAGI HAKIM

Dalam kesempatan apel Senin pagi tanggal 27 April 2015, Slamet Taufik Hidayat SH. bertindak sebagai Komandan Upacara, dengan Pembina Upacara Drs. H.Muh. Amir SH.

Dalam amanatnya, Pembina upacara yang merupakan Calon Magister Hukum Islam UNSIQ Wonosobo Jawa Tengah mengatakan, Ibadah secara umum dibagi menjadi dua yaitu, Ibadah Mahdhoh dan ghoiru Mahdoh. Ibadah mahdhoh atau ibadah murni adalah ibadah yang tata cara maupun aturannya telah ditetapkan oleh Allah dan manusia hanya diwajibkan untuk mengikuti. Sedang ibadah ghoiru mahdhoh atau ibadah yang tidak murni adalah ibadah tata caranya diserahkan kepada manusia dan kunci dari pada ibadah ini adalah niat.

Apapun aktifitas kita, khususnya yang tidak bertentangan aturan Allah, kalau kita niatkan hanya karena Allah maka kita akan mendapatkan pahala. Termasuk didalamnya adalah kita bekerja di Pengadilan Agama. Jika kita ikhlas semata-mata karena Allah, maka bekerjanya kita akan bernilai ibadah. Oleh karena itu, Drs. H.Muh. Amir SH, seorang bugis yang sedang belajar bahasa jawa ini mengajak agar kita semua membersihkan niat kita hanya karena Allah sehingga bekerja kita dapat bernilai ibadah.

APEL SENIN PAGI PEGAWAI

Disamping itu, Pembina Upacara yang juga merupakan Hakim Pengawas Kearsipan Perkara mengatakan, bahwa kearsipan Perkara di Pengadilan Agama Banjarnegara setelah era kepemimpinan Drs. H. Malik Ibrahim SH. MH. mengalami kemajuan yang sangat signifikan.

Arsip telah ditata secara rapih dan teratur. Bukan hanya itu, seluruh perkara yang telah putus  tahun 2014 dan 2015 telah dimasukkan kedalam data elektronik sehingga arsip perkara telah dapat dipetakan sesuai letaknya. Dengan sistem elektronik ini, apabila kita membutuhkan perkara tertentu, hanya dalam waktu kurang lebih satu menit, berkas perkara yang kita cari bisa ditemukan.

PEMBINA APEL

Disamping itu juga, dengan kita membuka data kearsipan perkara melalui data elektronik, kita sekaligus sudah dapat melihat data penting, diantaranya yaitu; Ketua Majelis yang memutus, jenis perkara, tanggal putus dan tanggal minutasi, tanggal masuk arsip, nomor rak, kode, dan nomor box. Hal ini juga bisa juga sebagai kontrol bagi Ketua Majelis apakah perkara yang telah diputus telah masuk ke dalam arsip perkara atau belum.

Apel dilanjutkan dengan pembacaan 10 Pedoman Prilaku Warga Peradilan yang dibacakan oleh Latifah S.Ag diikuti oleh seluruh peserta apel dan diakhiri dengan doa yang dibacakan oleh Mukhlis SH. (lap arief).