Hindari Kudis dan Kuber

Pagi tanggal 4 Mei 2015 udara Kabupaten Banjarnegara mendung, matahari rasanya masih malu-malu untuk menampakkan diri. Namun, hal itu tidak berpengaruh terhadap kesiapan karyawan dan karyawati Pengadilan Agama Banjarnegara untuk mengikuti apel pagi. Tidak ada satupun karyawan dan karyawati mulai dari Pimpinan, Para Hakim pejabat fungsional dan struktural bahkan sampai honorer yang datang terlambat.APEL SENIN PAGI PEGAWAI

Apel dipimpin oleh Mustafa SH. setelah menyiapkan pasukan selanjutnya menyampaikan laporan atas kesiapan pasukan untuk mengikuti apel pagi kepada Dra. Hj. Maryati Zuhdy SH. selaku pembina apel.

Dalam amanatnya Pembina apel mengajak para peserta apel untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah kita semua dan selalu berdoa mudah-mudah-mudahan langkah kita selalu diridloi oleh Allah dan diberi kemudahan dalam setiap kita melaksanakan tugas sebagai abdi bangsa dan abdi masyarakat.

Hakim yang telah bertugas 5 tahun di Pengadilan Agama Banjarnegara ini juga mengatakan agar kita selalu disiplin, menjaga kesehatan dan menghindari strees. Ciptakan pola hidup sehat dengan makan makanan yang bergizi dan olah raga yang teratur, ini semua menunjang lebih maksimalnya pelayanan terhadap masyarakat.

DSC_0320

Hakim yang mempunyai hobi masak ini dengan penuh semangat juga mengatakan sebagai pegawai Pengadilan Agama Banjarnegara harus selalu menghindari “Kudis” dan “Kuber”. Apa itu Kudis?

Beliau mengatakan kudis adalah kurang disiplin, perilaku kurang disiplin ini disebabkan karena seringnya kebiasaan menunda pekerjaan yang telah ada, sehingga pekerjaan menjadi menumpuk. Sedangkan kuber adalah perilaku kurang bersih, baik kebersihan badan maupun lingkungan. Perilaku tersebut dapat dihindari jika didalam diri kita ada perasaan memiliki kantor, dimana kita bekerja sedapat mungkin dalam suasana bersih dan nyaman sehingga kita merasa betah dan dapat maksimal dalam melayani masyarakat pencari keadilan.

Apel dilanjutkan dengan pembacaan 10 Pedoman Prilaku warga Peradilan yang dibacakan oleh Siti Khotijah, S.H diikuti oleh seluruh peserta apel dan diakhiri dengan doa yang dibacakan oleh Sudin, S.H. (lap arief).