Kelebihan SKP dibanding DP3

Senin pagi, tanggal 11 Mei 2015 udara Kabupaten Banjarnegara cukup segar mengingat semalaman telah diguyur hujan yang cukup lebat.

Karyawan dan karyawati Pengadilan Agama Banjarnegara siap untuk mengikuti apel pagi. Hampir semua karyawan dan karyawati mulai dari Pimpinan, Para Hakim, pejabat fungsional dan struktural bahkan sampai honorer mengikuti apel tersebut.

APEL SENIN PENGADILAN AGAMA 11 MEI 1Apel dipimpin oleh Tofik SH. yang saat itu bertugas sebagai pemimpin apel setelah menyiapkan pasukan selanjutnya menyampaikan laporan atas kesiapan pasukan untuk mengikuti apel pagi kepada H. Nahdul Bunyani SH. selaku pembina apel.

Dalam amanatnya Pembina apel mengajak para peserta apel untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada kita semua dan selalu berdoa selalu diberi kemudahan dalam setiap kita melaksanakan tugas sebagai abdi bangsa dan abdi masyarakat.

Pansek yang punya kepribadian pendiam ini juga memberikan oleh-olehnya saat rapat kerja di Pengadilan Tinggi Agama Semarang. Ada tiga hal penting katanya yang dibicarakan dalam rapat tersebut yakni SKP, SIMPEG dan LHKASN.

APEL SENIN PENGADILAN AGAMA 11 MEI 2

SKP atau Sasaran Kerja Pegawai adalah merupakan pengganti dari DP3 yang selama ini sistem penilaianya cenderung subyektif. Artinya penilaian sangat tergantung kedekatan pegawai yang bersangkutan dengan pimpinannya dan dibuatnyapun berdasar keadaan akhir tahun pegawai tersebut.

Namun, berbeda dengan SKP yang dibuat sendiri oleh Pegawai sesuai target yang harus dilaksanakan dan dicapai dalam satu tahun. Pimpinan dapat menilai kinerja pegawai tersebut melalui SKP tersebut sehingga akan lebih obyektif. Itulah kelebihan SKP dibanding DP3.

Dalam membuat SKP tersebut tentu saja harus sesuai dengan Tupoksi masing-masing pegawai. Dan Alhmadulillah untuk Pengadilan Agama Banjarnegara dalam pembuatan SKP-nya sudah sesuai dengan yang diharapkan.

APEL SENIN PENGADILAN AGAMA 11 MEI

Lebih lanjut, Pansek yang menyukai lagu Broery Pesolima ini juga mengharapkan, walaupun kita masuk 10 besar di Jawa Tengah didalam pengisian data SIMPEG, namun kita semua harus aktif mengecek kekurangan-kekurangan yang ada karena dapat memperlancar didalam kenaikan pangkat dan juga promosi.

Disamping itu, disampaikan pula tentang sosialisasi LHKASN (Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara), dimana ke depan semua pegawai diperintahkan untuk mengisi dokumen tersebut. Namun, untuk yang terakhir ini menunggu juklak lebih lanjut.

Apel dilanjutkan dengan pembacaan 10 Pedoman Prilaku Warga Peradilan yang dibacakan oleh Siti Musriatun M yang diikuti oleh seluruh peserta apel dan diakhiri dengan doa yang dibacakan oleh Sugeng Sujianto SH.(lap arief).