Hasbi Hasan : Aplikasi SIADPA, ‘Ijtihad’ Timnas Di Bidang Teknologi Informasi

Bandung | badilag.net

Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Dr. Hasbi Hasan, M.H. menyatakan bahwa aplikasi SIADPA di lingkungan peradilan agama merupakan hasil ‘ijtihad’ tim nasional di bidang teknologi informasi.

Dengan adanya aplikasi SIADPA, penanganan perkara di lingkungan peradilan agama yang awalnya dikerjakan secara manual, sekarang beralih menjadi berbasis digital.

Hal tersebut disampaikan ketika membuka kegiatan bimbingan teknis administrasi peradilan agama angkatan III di Endah Parahyangan Hotel, Bandung, Selasa malam (1/9/2015).

Untuk itu, pihaknya mendukung penuh pengembangan aplikasi SIADPA, salah satunya dengan cara melakukan redesain ulang aplikasi tersebut. Pihaknya juga akan memperjuangkan nasib tim nasional yang telah bekerja keras mengembangkan aplikasi SIADPA.

Ditjen Badilag mendukung Satker yang melakukan inovasi

Ditjen Badilag sangat mengapresiasi dan mendukung penuh satker di lingkungan peradilan agama yang melakukan terobosan baru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu satker yang dimaksud adalah pengadilan agama Banjarnegara.

Pengadilan Agama Banjarnegara telah melakukan inovasi di bidang teknologi informasi dengan memanfaatkan data aplikasi SIADPA Plus yang diberi nama Aplikasi Pendukung SIADPA Plus (APS).

Dengan menggunakan APS, pembuatan dokumen terkait penanganan perkara di pengadilan agama Banjarnegara mulai dari pendaftaran perkara sampai dengan pencetakan akta cerai, bahkan sampai minutasi berkas perkara dapat diselesaikan dalam hitungan menit.

“Ini semua riil dan bisa dipantau hasilnya”, tegasnya.

Hal tersebut baru diketahui minggu yang lalu, ketika Hasbi Hasan diminta berkunjung ke pengadilan Agama Banjarnegara, disela-sela pelaksanaan monitoring di wilayah hukum pengadilan tinggi agama semarang.

Hampir saja inovasi ini tidak terpantau oleh Badilag, terobosan PA Banjarnegara patut ditiru oleh PA lain.” jelas Hasbi Hasan.

Salah satu yang membuat Hasbi Hasan takjub adalah pengarsipan berkas perkara yang bagus dan rapih, baik secara digital maupun manual. “Dalam hitungan menit, kita bisa menemukan arsip disimpan di rak nomor berapa, bok berapa”, jelasnya.

Selain itu, dengan aplikasi ini ketua pengadilan dapat membuat Penetapan Majelis Hakim dari luar kantor, karena aplikasi ini bisa dipasang di handphone berbasis android.

Hasbi Hasan mengatakan masih banyak keunggulan lain dari APS ini, ia menyebut ada tiga puluh aplikasi turunan yang memiliki fungsi masing-masing.

Menurut informasi yang diperoleh, saat ini pengadilan agama Banjarnegara sedang mengembangkan aplikasi pemindai dari suara ke tulisan. Aplikasi ini nantinya digunakan di ruang sidang yang akan membantu panitera pengganti mempermudah dalam membuat berita acara sidang.

Perlu diketahui bahwa kegiatan bimbingan teknis ini diikuti oleh 46 peserta perwakilan dari Ditjen Badilag dan 13 pengadilan tinggi agama. Para peserta terdiri dari berbagai jabatan di pengadilan agama mulai dari jabatan teknis dan nonteknis, sedangkan nara sumber berasal dari unsur Ditjen Badilag, Pengadilan Tinggi Agama dan konsultan IT. Adapun pelaksanaannya mulai tanggal 1 sampai 4 september 2015. ws