"APS" Produk PA Banjarnegara Diminati Peserta Bimtek Administrasi Peradilan Agama di Bandung

Bandung, pta-semarang.go.id

Direktorat Administrasi Peradilan Agama Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI menyelenggarakan Bimbingan Teknis Administrasi Peradilan Agama Angkatan III di Hotel Endah Parahyangan Bandung dari tanggal 1 sampai 4 Septmber 2015. Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh 46 orang peserta seluruh Indonesia terdiri dari unsur Ketua, Wakil Ketua, Hakim, Panitera, Panitera Muda, Administrator Siadpa plus dan 3 orang wakil sekretaris tingkat banding,  dibuka oleh Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, Dr. H. Hasbi Hasan, M.H.

Dalam sambutan pembukaannya, Hasbi Hasan menyampaikan, bahwa bimbingan teknis Administrasi Peradilan Agama angkatan III ini merupakan bimbingan teknis yang melibatkan semua unsur dalam upaya menyempurnakan Redesign Siadpa Plus yang pada gilirannya dapat segera launching dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh satuan kerja Pengadilan Agama se-Indonesia.

Selanjutnya, Hasbi Hasan juga mengapresiasi kerja keras tim nasional dan pengembangan aplikasi siadpa plus yang dilakukan oleh beberapa Pengadilan Agama diantaranya diciptakannya Aplikasi Pendukung Siada Plus (APS) oleh Pengadilan Agama Banjarnegara, harapannya masih ada kreasi-kreasi lainnya yang mendukung upayaredesign Siadpa Plus sehingga semakin mendukung penyempurnaan Siadpa.

Setelah dibuka oleh Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi Pola Bindalmin oleh Dr. H. Zainuddin Fajari, S.H., M.H., Zainuddin Fajari menyampaikan pada intinya Pengembangan aplikasi Siadpa Plus ini tidak lain dalam rangka melaksanakan Pola Bindalmin dengan memanfaatkan Teknologi Informasi, sehingga pengembangan ini harus didukung oleh semua stake holder di Pengadilan Agama.

Selanjutnya, Direktur Pembinaan Admininistrasi Peradilan Agama, mendaulat salah seorang peserta dari Pengadilan Agama Banjarnegara Drs. Khotibul Umam untuk mempresentasikan Aplikasi Pendukung Siadpa Plus (APS) didepan nara sumber Dr. H. Zainuddin Fajari, S.H., M.H., dan Dr. H. Eddy Riadi, S.H.,M.H serta dihadapan seluruh peserta kegiatan.

Dengan jelas, Khotibul Umam menyampaikan bahwa Aplikasi ini berfungsi untuk mendukung kinerja SIADPA Plus dalam rangka pelayanan kepada masyarakat dengan metode optimalisasi  waktu dalam penyelesaian pekerjaan. Database aplikasi ini menggunakan Siadpa, pengembangannya telah dibuat sekitar 30 aplikasi pendukung diantaranya Persiapan Persidangan (PMH, P4, PJS dan PHS), Persidangan (Antrian Sidang, Pemanggilan Kasir, dan Register terintegrasi SIADPA serta informasi data elektronik), Akta Cerai (Pencetakan dan Pemanggilan dan Arsip Akta Cerai), Pengecekan Arsip, Validasi Data Validasi Keuangan, Tabayyun, Laporan Kegiatan Hakim, Saksi, dan lain-lain.

Selanjutnya, Khotibul Umam menanyangkan masing-masing fungsi aplikasi di atas yang disambut kagum oleh seluruh auiden dan nara sumber. Mengakhiri presentasinya Khotibul Umam menyampaikan bahwa kegunaan aplikasi ini sangat mendukung cepatnya pelayanan administrasi, karena Pola Bindalmin hanya membatasi waktu maksimal, dengan demikian kalau waktu minimal bisa ditempuh kenapa tidak dilaksanakan, dicontohkan bahwa standar pelayanan penerimaan perkara menurut pola bindalmin adalah satu hari sementara aplikasi ini bisa dilaksanakan 15 menit bahkan kurang dari 15 menit.

Kemudian, standar maksimal proses dari PMH sampai PHS adalah 19 hari sementara dengan dilaksanakannya aplikasi ini bisa ditempuh selama sekitar 20 menit. Keunggulan aplikasi ini adalah berbasis web dan bisa diakses melalui android, sehingga dimanapun Ketua Pengadilan Agama dapat menerbitkan PMH melalui smartphone, aplikasi ini dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh satuan kerja lainnya bahkan saat ini pengadilan agama Banjarnegara sedang mengembangkan aplikasi pemindai dari suara ke tulisan. Aplikasi ini nantinya digunakan di ruang sidang yang akan membantu panitera pengganti mempermudah dalam membuat berita acara sidang tambah Khotibul Umam.

Setelah selesai presentasi, Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama meminta agar Aplikasi Pendukung Siadpa plus dapat bersinergi dengan redesain Siadpa Plus sehingga hasilnya benar-benar memuaskan, kemudian seluruh peserta memberikan apresiasi dan menginginkan aplikasi tersebut. (ahid).