Peduli Korban Longsor Banjarnegara

Banjarnegara | 30-06-2016

Bencana alam tanah longsor di Banjarnegara pada Sabtu, 18-06-2016, tepatnya yang terjadi di Desa Gumelem Kulon Kecamatan Susukan masih menyisakan duka. Duka yang mendalam bagi korban dan keluarganya. Tercatat ada 6 korban jiwa tewas, dan puluhan luka-luka, serta puluhan rumah yang tertimbun longsor dan rusak.

[caption id="attachment_3763" align="aligncenter" width="1024"]???????????????????????????????????? saat penyerahan sumabangan Keluarga Besar Pengadilan Agama Banjarnegara yang diwakili oleh Drs. H. Nur Amin, MH dan Gatot Sumedi di ruang kerja Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banjarnegara[/caption]

Berkenaan dengan hal tersebut, Keluarga Besar Pengadilan Agama Banjarnegara ber-empati ikut merasakan penderitaannya dan dengan suka rela mengumpulkan donasi dari Keluarga Besar Pengadilan Agama sendiri untuk disumbangkan kepada mereka. Melalaui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banjarnegara sumbangan Keluarga Besar Pengadilan Agama Banjarnegara diserahkan.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banjarnegara, Aziz Achmad, S. Sos, yang menerima sumabangan Keluarga Besar Pengadilan Agama Banjarnegara atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara mengucapkan terima kasih atas kepedulian Keluarga Besar Pengadilan Agama Banjarnegara, semoga membawa berkah  dan  diterima oleh Allah sebagai amal shaleh. Sumbangan akan secepatnya ditransfer ke rekening bencana tanah longsong Gumelem Kulon.

Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa pada saat ini sumbangan yang sangat dibutuhkan adalah bahan bangunan, bahan-bahan material untuk membangun rumah baru seperti kayu, semen, dan pasir. Sementara untuk bahan pangan dan sandang sudah mencukupi. Hal ini dikarenakan di 2 lokasi bencana, yakni Grumbul Gunung Duwur dan Grumbul Wanarata Desa Gumelem Kulon ada 80 % rumah mereka sudah tidak layak huni, di mana rumah yang selama ini mereka tempati telah hancur tertimbun longsong, dan ada pula yang sudah retak-retak. Lokasi perumahan mereka juga sulit dijangkau, sulit dilalui kendaraan. Mereka akan direlokasi ke tempat lain.