Pembinaan TI di Banyumas


?Kami terus memantau perkembangan rekan-rekan di daerah, termasuk juga PA-PA se-ekskaresidenan Banyumas. Kami baru saja melakukan penilaian ulang terhadap website di daerah ini. Hasilnya sangat menggembirakan,? kata Dirjen, dalam kegiatan bertajuk ?Orientasi Teknologi Informasi bagi Pejabat dan Pengelola Website Pengadilan Agama Se Koordinatorat Banyumas.?

Pekan lalu sebuah tim dari Sub Bagian Dokumentasi dan Informasi Badilag melakukan penilaian ulang terhadap website PA se-ekskaresidenan Banyumas yang meliputi PA Purwokerto, PA Banyumas, PA Banjarnegara, PA Purbalingga dan PA Cilacap.

Paramater yang dipakai dalam melakukan penilaian sama dengan parameter yang pernah digunakan NLRP (National Legal Reform Program) tahun lalu. Ada 16 item yang dinilai, dengan poin maksimal 32.

Dari penilaian itu, seluruh PA di wilayah ini berhasil menuai penambahan poin yang signifikan. Berdasarkan penilaian NLRP, PA Purwokerto mendapat 14 poin. Kini PA tersebut berhasil menyabet 30 poin.

PA Banyumas, yang sebelumnya hanya mendapat 8 poin, sekarang mendapat 27 poin. PA Purbalingga juga berhasil mengatrol nilai. Sebelumnya, PA ini hanya meraup 5 poin, tapi sekarang mampu menggondol 14 poin.

PA Banjarnegara juga mendapat kenaikan poin, walaupun tak terlalu banyak. Sebelumnya, PA Banjarnegara memperoleh 12 poin. Kini, PA tersebut mendapat 13 poin.

Sementara itu, PA belum bisa dinilai ulang lantaran website ini sedang mengalami kendala teknis sehingga untuk sementara tidak bisa diakses. Pada penilaian yang dilakukan NLRP, PA Cilacap memperoleh 19 poin.

?Perkembangan ini sangat bagus. Tinggal istiqomah saja,? tutur Dirjen Badilag.

Lebih jauh, Dirjen berharap pencapaian ini dapat diikuti oleh PA-PA lainnya, khususnya PA-PA di Jawa Tengah. ?Sebab, berdasarkan penilaian NLRP, nilai rata-rata secara nasional adalah 11,1 poin, tapi rata-rata Jateng hanya 9,1 poin,? tandasnya.

Ketua PTA Ikut Bangga

Melihat perkembangan ini, Ketua PTA Semarang, Chatib Rasyid, mengaku turut bangga. ?Kami sangat bangga dan mengucapkan terima kasih. Kami akan dorong PA-PA lain di wilayah PTA Semarang untuk mengikuti apa yang diraih PA-PA se koordinatoriat Banyumas,? tuturnya.

Ketua PTA Semarang mengingatkan, TI memang tidak termasuk dalam tupoksi, namun TI dapat menampilkan profil dan wajah pengadilan agama yang sesungguhnya. Dengan demikian, TI memiliki kedudukan yang vital, terutama dalam hal pelayanan publik.

fobar2

Menurut Ketua PTA Semarang, website di tiap PA sangat berguna dalam hal pembinaan dan pengawasan. ?Dengan adanya website di setiap PA, pembinaan dan pengawasan itu tidak mesti ke daerah. Bisa melalui laporan, bisa lewat website,? tandasnya.

Ketua PA Banyumas, Waluyo, berterima kasih atas perhatian dan motivasi yang diberikan Dirjen Badilag. Dia menyatakan, secara umum kondisi website di PA-PA sewilayah PTA Semarang kurang bagus. ?Kondisi inilah yang membuat kami bertekad untuk selalu berbenah,? ujarnya.

(hermansyah)

Sumber: www.badilag.net