"Sinergi Antar Lini Kepaniteraan Harus Dijaga"



Diskusi kelompok merupakan metode yang digunakan dalam acara workshop ini. Hal ini bertujuan supaya pejabat kepaniteraan aktif dalam mencari kekurangan dan dengan segera membenahinya. Kelompok dibagi menjadi 2 bagian yang masing-masing dipandu oleh 1 Hakim Tinggi. Kelompok 1 merupakan kelompok Pansek dan lainnya adalah kelompok Wapan. Pembagian kelompok ditujukan untuk menguji bagaimana sistem kerja supaya dapat bersinergi dengan baik.

Adapun hasil diskusi kemudian dikemukakan dalam pemaparan hasil kerja kelompok pada hari kedua (Jumat, 20/5). Narasumber yang terdiri dari 2 Hakim Tinggi berkesempatan mengkoreksi hal-hal yang dianggap kurang benar dalam penerapan pola Bindalmin yang ada.

Pada sesi malam kegiatan hari 1 (Kamis, 19/5) Dirjen Badilag mengunjungi kegiatan ini dan memberikan beberapa informasi dan pembinaan kepada seluruh peserta yang hadir. Dalam pembinaannya pak Dirjen mengemukakan beberapa program unggulan Badilag. Salah satu program unggulan tersebut adalah program keterbukaan informasi peradilan agama. Pak Dirjen menginformasikan penilaian Badilag atas website Pengadilan Agama di Jawa Tengah. Hal ini ternyata cukup membuat "dag-dig-dug" peserta yang hadir walaupun pada akhirnya dinyatakan website di Jateng membuat kemajuan yang signifikan.

Workshop diakhir dengan penutupan oleh WKPTA Semarang dengan sebuah pesan untuk seluruh peserta bahwa kegiatan Workshop ini janganlah dipandang hanya sebagai sebuah rutinitas namun diresapi dan amalkan hasilnya. (54m)