Pelantikan Panmud Perdata Agama MA RI



?Sehingga apabila mereka masih menghadapi persoalan hukum, mereka akan kembali lagi ke pengadilan? terangnya.

Satu lagi prestasi yang menggembirakan. Hasil audit BPK menunjukkan bahwa laporan pengelolaan uang negara oleh Mahkamah Agung menunjukkan hasil yg lebih baik dibanding sebelumnya. Dan masih banyak capaian lainnya.

Tetapi dengan adanya kejadian ini, Ketua MA mencium banyaknya opini yg berkembang. Ada yg apresiasi ke MA yang telah dengan cepat mengambil tindakan tapi ada juga yang terang-terangan menyalahkan MA. Bahkan menyebut MA telah gagal dalam melakukan reformasi di tubuh peradilan.

Menyikapi opini-opini negatif, Ketua MA beranggapan mungkin karena tidak mengerti tentang apa yang telah, sedang dan yang akan dilakukan oleh MA. Mungkin juga tidak mengetahui jika MA pun terus menerus melakukan pembinaan dan pengawasan.

Memang, perbuatan hakim yg melakukan perbuatan tercela, pasti tidak ditolelir dan pasti akan ditindak sesuai dengan tingkat kesalahannya. Kejadian tersebut artinya setitik nila akan merusak susu sebelanga.

?Saya berharap, kejadian tersebut adalah yang terakhir? katanya. Ketua MA pun meminta agar terus dilakukan pembinaan dan pengawasan dengan sungguh-sungguh, sehingga aparat peradilan, baik hakim maupun pegawai lainnya tidak melakukan hal-hal negatif dan kepercayaan publik yg mulai terbangun sedikit demi sedikit bisa diraih kembali.

Edi Riadi, Panmud Perdata Agama MA RI

Sejak Selasa pukul 11.00 (7/6), Drs. Edi Riadi, SH., MH., resmi menjabat Panitera Muda Perdata Agama pada Mahkamah Agung RI. Sebelumnya, ia adalah Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Jakarta.

Dalam acara pengambilan sumpah dan pelantikan yang bertempat di ruang ?Prof. Dr. Kusumah Atmaja, SH? tersebut, diambil sumpah dan dilantik pula 2 (dua) orang Kadilmilti dan 5 (lima) orang Panitera Pengganti pada Mahkamah Agung RI.

Dua orang Kadilmilti yang dilantik yaitu Kolonel (Chk) Anthon R. Saragih, SH., sebagai Kepala Pengadilan Militer Tinggi II-Jakarta dan Hazarmein, SH., sebagai Kepala Pengadilan Militer Tinggi I-Medan.

Sementara 5 (lima) orang Panitera Pengganti pada Mahkamah Agung RI yaitu Budi Prasetyo, SH., Lucas Prakoso, SH. M.Hum., Amin Safrudin, SH., MH., Febry Widjajanto, SH., MH., dan Ninil Eva Yustina, SH., M.Hum.

Satu jam sebelumnya di ruang ?MR. Wirjono Prodjidikoro? berlangsung pula pengambilan sumpah dan pelantikan 1 (satu) orang pejabat struktural Eselon II dan 4 (empat) orang Hakim Tinggi Pengawas pada Badan Pengawasan MA RI.

Pejabat-pejabat tersebut yaitu Kolonel (Chk) H. Riza Thalib, SH., sebagai Direktur Pembinaan Tenaga Teknis dan Administrasi Peradilan Militer, Ditjen Badan Peradilan Militer dan TUN, dan Samsudin, SH., M.Hum., Mutarto, SH., M.Hum., Nugroho Setiadji, SH., serta Yohanes De Britto Gunadi, SH., sebagai Hakim Tinggi Pengawas pada Badan Pengawasan MA RI.

Sekilas Tentang Edi Riadi

Edi Riadi dilahirkan di Bogor 16 Oktober 1955. Masa-masa kecil hingga remaja ia habiskan di tanah kelahiranya. Setamatnya dari SD tahun 1968, ia melanjutkan pendidikan ke PGA 4 Tahun di Bogor, lulus 1972 dan PGA 6 tahun di kota yang sama dan lulus tahun 1974.

Keinginannya yang kuat untuk menimba ilmu, mengharuskannya keluar dari kota Bogor. Tidak begitu jauh memang, Jakarta lah kota yang menjadi pilihannya untuk melanjutkan kehausannya akan ilmu. Tidak lebih dari 5 tahun, ia selesaikan perkuliahannya di Jurusan Syariah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang sekarang dikenal dengan Universitas Islam Negeri Jakarta.

Karir pegawai dimulai dari menjadi hakim di Pengadilan Agama Manado Tahun 1986. Dua tahun kemudian, Wakil Ketua Pengadilan Agama Tahuna dijabatnya. Baru dua tahun menjabat Wakil Ketua, jabatan Ketua Pengadilan Agama Tahuna direngkuhnya. Selama bekerja di Tahuna, ia menyempatkan diri untuk memperdalam hukum perdata di Universitas Kristen Tomohon hingga lulus tahun 1994.

Setelah berkelana hampir 10 tahun di daerah Manado, tahun 1996 ia kembali ke tanah jawa dengan menjadi hakim di Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Hanya setahun di PA Jakarta Pusat, ia menjabat Panitera Pengganti di MA RI hingga 2003. Dari 2003 hingga 7 Juni 2011 jam 11, beliau menjabat Hakim Tinggi PTA Jakarta.

(hirpan hilmi)