Badilag Serahkan ?Religious Court Website Award 2011?

Untuk kategori pertama, PA Bantul berhasil menjadi jawara. Di bawah PA Bantul terdapat PA Yogyakarta, PA Sleman, PTA Yogyakarta dan PTA Surabaya. Penghargaan diserahkan oleh Ketua Muda Uldilag MA, Andi Syamsu Alam. Untuk kategori kedua, peringkat pertama diraih oleh PTA Yogyakarta. Peringkat kedua hingga kelima adalah PTA Surabaya, PTA Ambon, PTA Banjarmasin, dan PTA Kendari. Penghargaan diserahkan oleh Hakim Agung Prof Abdul Ghani Abdullah.

Untuk kategori ketiga, PA Bantul berhasil meraih posisi teratas. Menyusul di bawahnya adalah PA Yogyakarta, PA Sleman, PA Cianjur, dan PA Wates. Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris MA Rum Nessa.Untuk kategori keempat, para peraih penghargaan adalah PA Bantul, PA Cianjur, PA Kabupaten Madiun, PA Kotabaru, PA Solok, PA Muara Teweh, PA Balikpapan, PA Mamuju, PA Kotamobagu, PA Palembang, PA Masohi, PA Bengkulu, PA Jakarta Selatan, PA Pangkal Pinang, PA Muara Sabak, PA Sidikalang, PA Poso, PA Dumai, PA Ketapang, PA Krui, PA Pandeglang, PA Fakfak, PA Giri Menang, PA Soasio, PA Gorontalo, PA Waikabubak, MSy Langsa, PA Unaaha, dan PA Banyumas.

Penghargaan untuk para juara di kategori keempat ini diserahkan oleh Ketua Umum HISSI Prof Amin Suma.

Tetap semangat

Sebagaimana diketahui, pemberian penghargaan ini didasarkan pada penilaian yang dilakukan NLRP (National Legal Reform Program) pada Februari 2011 lalu. Lembaga yang didanai pemerintah Belanda ini membuat penilaian dengan acuan SK KMA 144/2007 tentang Keterbukaan Informasi di Pengadilan. Menggunakan 16 parameter penilaian, dengan rentang skor antara 0 sampai 2, skor tertinggi yang mungkin didapat oleh tiap situs adalah 32 poin.

Dirjen Badilag menyatakan, penilaian seperti ini akan terus dilakukan di masa mendatang. ?Jadi tidak tertutup kemungkinan, PA/Msy atau PTA/MSya Aceh yang belum juara akan menjadi juara di waktu yang akan datang. Apalagi, saya lihat sendiri, kawan-kawan di daerah sangat serius membenahi website-nya masing-masing,? ujarnya.

Dirjen juga menyatakan bahwa Religious Court Website Award ini merupakan bagian dari Religious Court Reform Award.

?Setelah ini, dalam waktu dekat, kami akan melakukan penilaian terhadap Meja Informasi dan Pelayanan Publik. Jadi rekan-rekan di daerah dapat mempersiapkan diri sejak sekarang,? tuturnya. (hermansyah)