Pemberian Materi Diklat

Pemanfaatan SIADPA dan IT merupakan satu kesatuan yang harus berjalan bersama dan saling mempengaruhi


Diklat di tempat kerja implementasi SIADPA Plus dan penyempurnaan menu website, merupakan bentuk kesungguhan PA sekoordinator Banyumas dalam mendudukung program Ditjen Badilag dan merupakan sarana pencapaian Religious Court Reform Awards untuk kedepananya bagi PA se koordinator Banyumas.

Ada beberapa materi yang disampaikan selama acara berlangsung, kali ini Panitia mengundang narasumber dari Tim Nasional Moh. Roy Irawan. Dalam paparan materinya Roy menyampaikan bahwa sejak tahun 2005, 100 % PA se Indonesia sudah menggunakan fasilitas SIADPA, namun belum sepenuhnya sempurna, dibutuhkan implementasi SIADPA di masing-masing satker supaya Badilag dapat mengetahui keadaan perkara setiap waktu, tanpa menunggu laporan bulanan. Dari 234 satker yang ada baru 34 satker yang telah secara rutin mengirim data perkara melalui NIR Badilag, tambah Roy.

Roy juga menyampaikan bahwa Fokus Badilag di tahun 2011 adalah Justice for all (Podeo, sidang keliling dan pos bakum), dan Badilag juga mempunyai program unggulan yakni peningkatan kualitas putusan, pemanfaatan sistem informasi SIADPA dan pemanfaatan Teknologi Informasi, namun dirinya mengingatkan bahwa antara Pemanfaatan SIADPA dan IT merupakan satu kesatuan yang harus berjalan bersama dan saling mempengaruhi.

M. Roy Irawan saat memberikan paparanya

Selama ini SIADPA sangat membantu proses administrasi perkara sehingga pelayanan kepada masyarakat lebih cepat dan efisien, hal tersebut merupakan kelebihan SIADPA, namun disisi lain SIADPA juga mempunyai kekurangan baik dari segi teknologi maupun dari segi SDM, sehingga selama ini hal-hal tersebut yang menyebabkan pemanfaatn SIADPA kurang efektif, ujar Roy.

Selain mengulas tentang SIADPA, acara kali ini juga mengulas tentang web terutama dalam hal penyempurnaan menu web di masing-masing PA se koordinator Banyumas, Anwar Faozi yang kali ini memberikan materi membedah hasil penilaian NLRP (National legal reform Program) dan Tim TI Badilag 2011 mengungkapkan bahwa, dari hasil penilaian terakhir PA se koordinator Banyumas mengalami peningkatan terutama untuk beberapa PA yang telah mencapai angka penilaian 28 dari 32 angka penilaian sempurna yakni PA Banyumas dan PA Purbalingga.

untuk itu Anwar berharap dengan telah diadakan kegiatan ini, admin web se koordinator Banyumas akan berkomitmen pada penilaian - penilaian selanjutnya, paling tidak PA se koordinator Banyumas akan mendapatkan 5 besar se Jawa Tengah. selain membedah penilaian NLRP dan Tim Badilag, para admin web se koordinator Banyumas juga mempresentasikan kualitas websitenya masing-masing dengan cara mengenalkan menu-menu yang telah dijadikan standar oleh NLRP dan Badilag.

Anwar Faozi, saat memberikan materi

Penyempurnaan menu website sesuai standar NLRP dan Badilag merupakan implementasi dari kontrak antara Penitera/sekretaris se Jawa Tengah dengan Dirjen Badilag pada tanggal 19 Mei 2011, yang mengharuskan dalam waktu satu bulan kedepan seluruh website se Jawa tengah sudah harus melakukan penyempurnaan menu website sesuai apa yang di gariskan oleh NLRP. Apabila pencapaian terget ini berhasil khususnya di wilayah koordinator Banyumas, maka PA sekoordinator Banyumas akan menjadi The Best Practice minimal sewilayah PTA Semarang di bidang implementasi teknologi informasi.