DARI ALAM BEBAS MASUK KRANGKENG

alt

Para CPNS yang sebelumnya merupakan para mahasiswa yang menuntut ilmu di perguruan tinggi dan terbiasa dengan alam demokratis yang terkenal dengan ?Mimbar Bebas?nya, sekarang setelah menerima Surat Keputusan (SK) CPNS, dengan sukarela dan senang hati memasuki alam yang penuh dengan aturan disiplin, tata cara bekerja, saling hormat menghormati antar teman, Pimpinan dan Orang yang lebih tua, dsb. Di alam yang baru ini akan selalu mendapat pembinaan dari Pimpinannya masing-masing untuk dapat bekerja dengan baik. Sambil berkelakar Chatib Rasyid menyampaikan,? Kalau Saudara masih mau mempraktekkan kebebasan sebagaimana yang ada sebelumnya dengan tidak mengindahkan ketentuan yang ada, kalau tidak bisa dibina ... ya... dibinasakan?.


Lebih lanjut ditekankan bahwa Pimpinan dalam memberikan pembinaan adalah untuk tujuan agar para CPNS dipacu bekerja dengan sebaik-baiknya, berprestasi sebaik-baiknya dalam melaksanakan tugas dan fungsi Peradilan Agama. Dengan menampilkan dan peragakan pelaksanaan tugas yang sebaik-baiknya maka insyaAllah akan menguntungkan yang melakukannya, minimal akan mendapat pengakuan sebagai pegawai yang baik. Karena kebaikan yang dilakukan pasti menguntungkan sedangkan kejahatan yang ditampilkan pasti merugikan.

alt
Chatib Rasyid juga mengingatkan bahwa para CPNS yang terdiri dari 26 orang golongan/ruang III/a dan 8 orang golongan/ruang II/c selayaknya berbahagia dan bersyukur, karena termasuk orang yang terpilih diantara 700 orang lebih yang mengikuti tes. Disamping itu juga diingatkan bahwa di lingkungan Peradilan Agama dari pegawai hingga Pimpinannya tidak ada yang kaya tapi tidak melarat. ?Disini menyedihkan, gaji pas-pasan, hidup sesederhana mungkin, mau korupsi tidak ada yang dikorupsi, paling receh-recehan itu?? demikian ditekankan Chatib Rasyid. Jadi salah tempat bila para CPNS ingin kaya dengan menjadi PNS.

Ibarat kain atau kertas, para CPNS ini masih merupakan kain dan kertas yang putih bersih sehingga diharapkan para CPNS ini dapat menjaga dan mempertahankannya dengan bekerja dan berkreasi yang sebaik-baiknya. Tidak terpengaruh orang lain yang bekerja secara main-main. Mempertahankan martabat dan nama baik Peradilan Agama karena Peradilan Agama merupakan sawah ladang kita dalam mencari nafkah dan juga merupakan satu-satunya institusi yang seluruh pegawainya dari pangkat yang terrendah hingga pucuk pimpinannya beragama Islam. Bila pegwai dan pimpinannya bekerja dan berkreasi dengan sebaik-baiknya maka martabat dan nilai Peradilan Agama dan Islam sendiri akan terjaga. Bila sebaliknya maka stigma Islam sebagai agama para teroris dan pegawai yang malas yang akan mencuat.

Jadi secara singkatnya dikemukakan oleh Chatib Rasyid bahwa para CPNS harus menjaga dan mempertahankan 2 hal, yaitu prestasi kerja dan integritas moralnya.

Acara yang berlangsung di aula Pengadilan Tinggi Agama Semarang ini tidak hanya mendapatkan pembinaan dari Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang tetapi mendapatkan pula pembekalan teknis dari Drs. Djuhrianto Arifin, SH.MH., (Paniteras/Sekretaris), Drs. H. Arifin Samsurijal, SH. (Wakil Sekretaris) dan Suyadi, SH.MH. (Kepala Sub Bagian Kepegawaian). (f&n).