Sidang Itsbat Awal Syawal 1432 H | (29/08)



Sehingga keputusan yang menjadi jawaban atas kegelisahan umat ini diambil dengan menolak dua kesaksian rukyatul hilal yang dilakukan di Cakung, Jakarta dan Jepara, Jawa Tengah.

Penolakan kesaksian merupakan suara mayoritas peserta sidang itsbat yang masing-masing didasarkan atas hasil perhitungan hisab awal Syawal 1432 H yang di bawah 20.

Di tengah kesimpangsiuran awal Syawal beberapa hari belakangan ini, Dirjen Badilag, Wahyu Widiana mengaku lega dengan keputusan tersebut.

Kepada badilag.net ia menyampaikan terima kasih kepada segenap jajaran pengadilan agama turut terlibat dalam penentuan awal Syawal ini. ?Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H, mohon maaf lahir dan bathin? ungkapnya untuk seluruh umat Islam khususnya warga peradilan agama.

Sudah Diduga

Berbeda dengan penetapan awal ramadhan bulan lalu, penetapan awal Syawal 1432 H lebih ditunggu-tunggu oleh umat Islam khususnya di Indonesia.

Hal tersebut disebabkan oleh informasi yang berkembang di masyarakat akan adanya hari raya yang berbeda yang bersumber setidaknya dari dua aliran yang hisab.

Bagi penganut faham wujudul hilal, secara terang-terangan menginformasikan bahwa Ramadhan tahun 1432 H berjumlah 29 hari. Jadi, 1 Syawal akan jatuh pada hari Selasa, 30 Agustus 2011.

Berbeda dengan penganut faham imkanurrukyat. Berdasarkan pengalaman, penganut faham ini berpendapat bahwa dengan ketinggian hilal antara 0058? hingga 2020?, hilal akan sulit dilihat. Sehingga puasa Ramadhan akan diistikmalkan menjadi 30 hari dan Idul Fitri jatuh pada Hari Rabu, 31 Agustus 2011. 

Namun, tidak sedikit yang menduga bahwa pemerintah akan menetapkan Idul Fitri jatuh pada hari Rabu. Dirjen Badilag, Wahyu Widiana diantaranya.

Dalam penyampaian informasi awal Syawal 1432 H di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI beberapa hari yang lalu, ia menyatakan bahwa hilal dengan ketinggian 0058? hingga 2020? akan sangat sulit dilihat dan kemungkinan besar dilakukan istikmal sehingga 1 Syawal 1432 H akan jatuh pada 31 Agustus 2011.

Sejalan dengan Dirjen Badilag, peneliti Boscha ITB dalam running text sebuah televisi swasta Senin (29/8), menyatakan bahwa berdasakan ilmu pengetahuan, hilal akan sulit dilihat dan Idul Fitri jatuh pada Hari Rabu, 31 Agustus 2011.

(hirpan hilmi)