Momentum Bulan Syawal

Apalagi kita sebagai orang awam pasti akan mengalami hal itu. Sedangkan dari kalangan nabipun sebagaimana sejarah nabi yusuf pernah mengalami hal seperti itu. Nabi Yusuf adalah seorang yang mempunyai wajah yang tampan, gagah, ganteng, sangat menawan, pokoknya pria idaman wanita kalau dibilang jaman sekarang. Saudara-saudaranya sangat iri dengan ketampanan yusuf sebagai mana yang disebutkan dalam surat yusuf ayat 15 sampai 16.

Disana diceritakan bahwa pada suatu hari yusuf diajak bermain oleh saudara-saudaranya, dan diantara saudaranya meminta ijin kepada ayahnya (ya?kub) dengan mengatakan akan menjaganya baik-baik, walaupun ayahnya terasa khawatir mengijinkan yusuf bermain dengan saudara- saudaranya. Kemudian bermainlah yusuf dengan saudara- saudaranya. Namun kemudian saudara- saudaranya pulang tanpa dengan yusuf dan mengatakannya kepada ayahnya bahwa yusuf telah dimakan oleh serigala, saudaranya membawa bukti bajunya yusuf yang berlumuran darah. Padahal yusuf oleh saudaranya dimasukkan ke dalam sumur tua. Namun Allah menolongnya yaitu dengan perantara ada seseorang pedagang dari negeri madyan lewat pada sumur tua tersebut dengan maksud akan mengambil air. Tiba-tiba melihat ada seorang anak kecil yang tampan di dalam sumur tersebut, lalu diambilnya dan dibawa ke mesir yang kemudian dirawat oleh pembesar mesir. Dan melalui pembesar mesir tersebut yusuf dirawat dibesarkan hingga akhirnya Yusuf menjadi raja mesir. Setelah Yusuf mengetahui hal tersebut, bukannya Yusuf memusuhi kepada saudara-saudaranya yang berbuat dholim tersebut, namun Yusuf malah mendoakan kepada Allah agar saudara-saudaranya diampuni kesalahan dan dosa mereka. Sebagaimana disebutkan dalam surat Yusuf Ayat 92 yang artinya ; Dia (Yusuf) berkata: "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang." Dengan mengambil contoh dari sejarah tersebut, mari kita sebagai manusia awam, yang tidak mempunyai kelebihan apa-apa sebagai manusia yang serba lemah, serba sediikit pengetahuannya, menyadari bahwa kita ini manusia yang banyak dosa dan salah, banyak kekurangan untuk berani memaafkan orang lain, dan segera memperbaiki sikap dan perilaku kita sehari-hari.

Nah untuk mencegah retaknya persaudaraan Rosululloh memerintahkan dalam sabdanya

Yang artinya tebarkan kedamaian dan sambunglah persaudaraan (riwayat ahmad dan tirmidi)

Dan Alqur?an Al Hujurat ayat 10 :

Yang artinya;  Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara,sebab itu perbaikilah hubungan antara kedua saudaramu itu dan takutlah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Momentum yang kedua adalah menyambung dan melestarikan persahabatan; (silaturakhmi).

Silaturakhmi,dikenal di masyarakat dengan istilah pergaulan,atau bahasa arabnya ?Ukhuwah?.

Didalam masyarakat yang sangat majemuk terutama di perkotaan,terdiri dari banyak dan beraneka ragam latar belakang sosial yang berbeda,baik berasal dari suku yang berbeda,agama yang berbeda pula.Yang masing-masing mempunyai kepentingan sendiri-sendiri,yang kadang kala antara yang satu dengan yang lain kurang menyadari terhadap kepentingan orang lain, yang tidak mustahil antara yang satu dengan yang lain saling bersebrangan,bahkan kadang juga sampai-sampai mengakibatkan putusnya hubungan bahkan saling bermusuhan. Demikian juga  masyarakat yang ada di pedesaan, atau antara saudara yang satu tinggal di desa sedangkan yang lain di kota,karena kesibukannya masing-masing bisa menyebabkan putusnya hubungan persaudaraan.

Di dalam hal ini ajaran islam juga mengajarkan sebagaimana yang terkandung dalam surat Al? Hujurat ayat 13:

Yang Artinya: Hai manusia,sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku supaya kamu mengenal:

Dengan bersilaturakhmi kita saling mendekatkan dan menyambung tali persaudaraan, yang tadinya retak menjadi akrab kembali,yang tadinya jauh menjadi dekat, yang tadinya tidak kenal menjadi kenal dan seterusnya.Kita saling tolong?menolong,bantu-membantu,hormat-menghormati, sehingga terwujudlah kesayuan dan persatuan di dalam kita bermasyarakat.

Ada berapa macam pergaulan (ukhuwah) yang perlu kita ketahui sebagai bekal di dalam kita bermasyarakat:

1.Ukhuwah islamiyah: Yaitu persaudaraan /pergaulan antar sesama muslim.

2. Ukhuwah ljtima?iyah: Yaitu pergaulan dengan sesama anggota masyarakat.

3. Ukhuwah wathoniyah: Yaitu pergaulan /persaudaraan dengan sesama warga negara yang terdiri dari berbagai suku.

4. Ukhuwah Basyariyah: Yaitu persaudaraan/pergaulan dengan sesama umat manusia meskipun berlainan negara,bangsa atau agama.

Dari keempat cara menjaga  pergaulan itu silahkan saudara pelajari lebih lanjut, agar kita saling menjaga dan melaksanakan dengan baik ,yang insya Allah tidak akan terjadi saling merugikan orang lain. Semoga Allah SWT selalu membimbing kita. Amien. Atas segala kekhilafan dan kesalahan kami mohon maaf. Wassalamu?Alaikum Wr Wb.