Dirjen Badilag dalam Pertemuan Tingkat Tinggi MA:

Dirjen Badilag juga mengungkapkan, saat ini banyak pengadilan?khususnya di lingkungan peradilan agama?yang membutuhkan tenaga di bidang TI. Perekrutan PNS untuk formasi tersebut sudah ada, tapi jumlahnya masih terbatas. Karena itu, banyak pengadilan yang terpaksa merekrut tenaga honorer.

?Kita rekrut tenaga honorer yang TI-nya bagus. Mohon maaf saja, kadang keponakannya Pak Ketua nggak bisa masuk karena tidak bisa TI,? tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Dirjen Badilag juga memaparkan seluk beluk SIADPA, mulai dari sejarah, kegunaan, hambatan hingga solusi. Pada waktu bersamaan, para peserta mendapat brosur tentang SIADPA.

Secara khusus, Dirjen Badilag juga menyoroti pelbagai komunitas dan forum yang didirikan warga peradilan agama untuk membahas dan memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan SIADPA.

?Mereka luar biasa. Mereka bekerja dengan passion, dengan gairah tinggi, karena didasari oleh rasa cinta terhadap apa yang mereka kerjakan,? Dirjen menegaskan.

Laboratorium SIADPA juga tak luput dipromosikannya. ?Belum lama ini kami me-launching laboratorium SIADPA. Pak Markus Zimmer dari IACA dan David Anderson dari C4J sudah melihatnya,? imbuh Dirjen.

Di ujung presentasinya, Dirjen Badilag memperlihatkan pelayanan publik dan keterbukaan informasi di lingkungan peradilan agama melalui kumpulan foto. Di situ terlihat berbagai wajah pelayanan publik, mulai dari pelayanan meja informasi, antrian sidang, posbakum, hingga kepedulian terhadap disabilitas.

?Hebat,? seru seorang peserta, setelah Dirjen Badilag merampungkan presentasinya.

(hermansyah)