Sertijab KPA Jawa Tengah

 

Rangkaian acara selanjutnya yang tidak bisa dilepaskan setelah pelaksanaan Sidang Luar Biasa yang memakan waktu sekitar setengah jam tersebut ialah upacara Serah Terima Jabatan dari pejabat lama kepada pejabat baru. Pejabat lama yang melakukan penyerahan Memori Jabatan Ketua PA kepada pejabat yang baru adalah:
1.    Drs. Faizin, S.H.M.Hum. semula Ketua PA Blora yang mutasi sebagai Ketua PA. Purwodadi ;
2.    Drs. H. Makmun, S.H., M.H. semula Ketua PA. Purwodadi yang mutasi sebagai Hakim Tinggi PTA Pontianak  ;
3.    Drs. Asep Hidayat, S.H., Plt. Wakil Ketua PA Tegal;
4.    Drs. H. Anis Fuadz, S.H. semula Ketua PA Rembang yang mutasi sebagai Ketua PA. Trenggalek;
5.    Drs. H. Muchtarom, S.H., M.H. semula Ketua PA Cilacap yang mutasi sebagai Hakim Tinggi PTA Pekanbaru.
6.    Drs. H. Kasyful Anwar, S.H.M.H., semula Ketua PA Banjarnegara yang mutasi sebagai Hakim Tinggi PTA Padang
7.    Drs. H. Zaenal Hakim, S.H. semula Ketua PA. Wonosobo yang mutasi sebagai Hakim Tinggi PTA Bengkulu

Upacara Sidang Luar Biasa ini berlangsung dengan sangat khidmat. Sekitar setengah jam kemudian kesempatan yang sangat tepat karena masih dalam suasana lebaran ini dilanjutkan dengan acara halal bil halal.

Dalam acara silaturahmi halal bil halal ini selain dihadiri Hakim Tinggi, Ketua PA, ibu-ibu Dharma Yukti Karini dan Panitera / Skretaris PA se Jawa Tengah dihadiri juga oleh sesepuh Pengadilan Tinggi Agama Semarang, yaitu :
-    Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, SH, M.H. (Ketua PTA Semarang pada tahun 1987 s/d 1992, Direktur Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam pada1997-2000, Tuada Uldilag MARI dan Wakil Ketua MARI Bidang Non Yudisial),
-    Drs. H. Abdul Kadir, SH. (Ketua PTA Semarang tahun 1996 s/d 2001)
-    Drs. H. Zaenal Arifin Syam, SH. (Ketua PTA Semarang tahun 2001 s/d 2003)
-    Drs. H. Solichin, SH. (mantan Hakim Tinggi PTA Semarang dan Ketua PTA Palu)
-    Drs. H. Muzammil, S.H., Drs. H. Ali Muchson, SH., Drs. H. Chamdani Hasan, Drs. H. Chumaedi, SH., dan Drs, H, Mafruchin Ismail, SH.  (mantan Hakim Tinggi PTA Semarang).
Hadir pula Drs. H. Sudirman Malaya, SH. (mantan Ketua PA Semarang) bersama ibu dan rombongan dari PTA bandar Lampung.
Dalam sambutannya, Drs. H. Wildan Suyuthi M., SH.MH., Ketua PTA Semarang memulai dengan pesan jangan sekali-kali melupakan sejarah. “Jabatan, pimpinan itu hanya sementara, nanti kita semua akan menjadi orang biasa lagi,” demikian disampaikan Wildan Suyuthi. Maka pentingnya halal bil halal ini adalah untuk lebih mengeratkan tali silaturahmi para warga Peradilan Agama di Jawa Tengah sehingga akan tercipta satu kesamaan pemikiran (silatun fikri) dan selanjutnya hati kita semakin dekat (silatun qolbi). Kondisi ini akan membawa satu kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu Dr. H. Sjamsuhadi Irsjad, SH.MH. menyampaikan 2 (dua) hal, yakni:
Pertama: bahwa ungkapan-ungkapan taqobbalallohu minnaa wa minkum, minal aidin wal faizin dll. diharapkan bisa mewarnai warga Peradilan Agama di Jawa Tengah sehingga kerukunan dengan semangat silaturahmi bisa dikembangkan lebih jauh. Sjamsuhadi juga menggarisbawahi bahwa pimpinan senantiasa berganti. Dalam ajaran Islam bila komunikasi hubungan batiniah antara atasan dan bawahan baik maka akan menjadi “abdillah” yang sebenarnya. Sjamsuhadi menukil satu hadits yang menyatakan bahwa sesungguhnya bawahan / rakyat akan istiqomah selama pemimpin-pemimpin mereka istiqomah.

Kedua: terlepas dari ada yang senang maupun yang tidak senang, bergabungnya Peradilan Agama dalam satu atap di Mahkamah Agung merupakan satu keharusan dan dinilai makin dirasa manfaatnya. “meskipun pasti ada kekurangannya, yakni hakim PA hanya menyumpah yang melihat hilal, tidak lagi melaksanakan rukyat sendiri”, demikian diungkapkan Sjamsuhadi.

Bergabungnya Peradilan Agama dalam satu atap dibawah Mahkamah Agung merupakan satu amanat konstitusi UUD 1945 dengan konsekuensi-konsekuensi yang seharusnya selalu dipenuhi. Akan tetapi saat ini melalui RUU Mahkamah Agung yang baru terdapat upaya-upaya untuk tidak memperhatikan dan melaksanakan konstitusi itu sendiri. Maka Sjamsuhadi mengajak seluruh jajaran Peradilan Agama di Jawa Tengah untuk senantiasa berdoa untuk kebaikan bersama terutama Peradilan Agama di masa datang.

Keseluruhan rangkaian acara di atas selesai tepat pukul 12.00 WIB yang kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan pemberian ucapan selamat dari para hadirin kepada para Ketua yang baru dilantik. Karena masih dalam suasana halal bil halal maka setiap hadirin juga saling berjabat tangan untuk saling maaf memaafkan atas semua khilaf dan saling mendoakan agar semua usaha dalam rangka pendekatan diri kepada Allah di bulan Ramadhan yang baru lalu mendapatkan ridho dari Allah SWT, amin (f&n)