Janur Kuning Menghiasi Pendopo Dipayudha Adigraha Kabupaten Banjarnegara

depan

Hari Selasa tanggal 8 Desember 2015 suasana pendopo Dipayudha Adigraha Kabupaten Banjarnegara nampak berbeda dari hari biasanya, kalau biasanya yang datang berpakaian seragam dinas dengan menggunakan mobil dinas atau mobil mewah, maka pada hari itu yang datang ibu-ibu dan bapak-bapak yang berpakaian sederhana dengan menggunakan kendaraan berupa mobil coak (istilah di Banjarnegara untuk mobil open cup yang digunakan untuk mengangkut orang), dan bis mikro (bis kecil).

DSC_0567

Sebanyak 57 pasangan suami isteri hadir dari berbagai penjuru kecamatan di Kabupaten Banjarnegara untuk melakukan istbat nikah secara terpadu yang baru pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Banjarnegara.

Terpadu karena pada hari dilakukan sidang istbat nikah oleh Pengadilan Agama Banjarnegara setelah ditetapkan sah oleh Majelis Hakim, penetapan tersebut langsung mempunyai kekuatan hukum tetap, penetapan tersebut selanjutnya terakses secara langsung ke Kemenag (dalam hal ini KUA) untuk dibuatkan Buku Kutipan Akta Nikah, kemudian dari KUA terakses secara on line ke Disdukcapil untuk dibuatkan akta kelahiran bagi pasangan yang telah mempunyai anak.

Dengan diiringi musik gamelan jawa satu persatu pasangan isbat nikah dengan didampingi oleh dua orang saksi hadir dan menempati tempat duduk yang telah disediakan oleh Panitia.

semua

Tepat pukul 10.00 WIB acara pembukaan pelaksanaan Istbat nikah terpadu antara Pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara, Pengadilan Agama Banjarnegara serta Kementerian Agama dimulai.

Acara diawali dengan pembukaan yang ditandai dengan bacaan basmalah, dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya, yang diikuti oleh seluruh hadirin yang datang di Pendopo Dipayudha Adigraha Kabupaten Banjarnegara.

Acara dilanjutkan pembacaan doa dengan harapan acara dapat berlangsung dengan lancar dan 57 pasangan pengantin yang akan melaksanakan istbat nikah diberikan oleh Allah keluarga yang sakinah, mawaddah dan rohmah.

kabag kesra

Kabag Kesra Kabupaten Banjarnegara Wahyono yang diberi kesempatan pertama untuk menyampaikan sambutan, memberikan laporan mengenai dasar hukum dilaksanakannya istbat nikah tersebut yang antara lain menyebutkan Undang-undang nomor 24 tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2006 tentang Adimistrasi Kependudukan dan juga SEMA no. 3 tahun 2014 tentang Tata cara Pelayanan dan Pemeriksaan perkara voluntair istbat nikah dalam pelayan Terpadu serta Peraturan Bupati Banjarnegara.

Mengingat sosialisasi serta persiapan yang sangat pendek maka untuk pelaksanaan istbat nikah terpadu tahun ini hanya berjumlah 57 pasang, Kabag kesra menambahkan. Beliau berharap tahun-tahun depan akan bertambah lagi sesuai anggaran yang disediakan oleh Pemerintah Daerah.

wakil kpta

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang yang dalam hal ini diwakili oleh DR. H. Masruyani Syamsuri SH.MH. dalam sambutannya beliau menyampaikan salam KPTA Semarang yang tidak dapat hadir secara pribadi di Banjarnegara. Dalam kesempatan tersebut beliau berharap dengan istbat nikah terpadu ini dapat dijadikan sebagai sarana untuk mensosialisasikan nikah secara prosedural, yakni pernikahan yang dilakukan melalui Kantor Urusan Agama setempat.

Kepada Ketua Pengadilan Agama Banjarnegara beliau berterima kasih atas usahanya yang telah dilakukan secara maksimal untuk melakukan istbat nikah terpadu yang berbasis IT, mudah-mudahan hal ini dapat dijadikan contoh bagi Kabupaten yang lain.

bupati

Terakhir sambutan disampaikan oleh Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo sekaligus membuka acara istbat nikah terpadu. Mengawali sambutanya beliau menyampaikan baru kali ini ada janur kuning yang menghiasi pendopo Kabupaten Banjarnegara, yang memberikan isyarat akan adanya pengantin baru yang sah menurut Agama dan sah menurut peraturan perundang undangan.

Dalam kesempatan tersebut beliau berharap agar peserta istbat nikah terpadu ini dapat dijadikan pionir bagi masyarakat lainnya sehingga dapat ditiru oleh orang lain yang selama ini pernikahannya baru sebatas sah menurut agama, namun secara hukum yang berlaku di Indonesia belum sah.

Pemerintah daerah akan membantu segala biaya yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan istbat nikah ini, termasuk sekarang ini semua biaya ditanggung oleh pemerintah daerah dan masyarakat tidak dibebani sedikitpun alias gratis, tegas Bupati yang baru satu menikah ini. Bahkan untuk tahun 2016 Pemerintah Daerah akan menyiapkan dana yang cukup untuk pelaksanaan istbat nikah ini sampai seluruh penduduk Kabupaten Banjarnegara yang sudah menikah tapi belum mempunyai Kutipan Akta Nikah dan anak-anaknya yang belum memperoleh Akta Kelahiran dapat terlayani.

akta

Lebih lanjut Bupati Banjarnegara mengatakan, selesai acara ini peserta sudah bisa mendapatkan Buku Kutipan Akta Nikah dari KUA, dan Akta Kelahiran bagi anak-anaknya dari Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banjarnegara. Hal ini karena pelaksanaan acara istbat nikah terpadu ini berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga nanti akan langsung didapatkan dokumen tersebut, oleh karena itu dokumen ini harus disimpan dengan sebaik-baiknya karena amat sangat berguna bagi kita semua khususnya yang berkaitan dengan administrasi kependudukan.

WAWANCARA

Salah satu peserta istbat nikah terpadu yakni Sismono Masis dan Ratinem asal Desa Sidakangen Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara, dalam keterangannya ke Redaktur setelah menerima Buku Kutipan Akta Nikah dan Kutipan Akta Kelahiran bagi anak-anaknya mengatakan sangat senang bisa mengikuti acara ini, karena selama menikah belum mempunyai buku nikah padahal sudah menikah sejak tahun 1999, dan telah mempunyai 2 orang anak, kepada Bupati mereka berdua mengucapkan terima kasih yang telah membantunya untuk mendapatkan buku nikah dan akta kelahiran, peserta yahng berangkat dari rumahnya jam setengah enam pagi ini mengatakan dengan adanya Akta Kelahiran ini maka dia bertekad akan tetap menyekolahkan anaknya sampai selesai.

DSC_0576

Untuk diketahui bersama dalam pelaksanaan istbat nikah terpadu ini Pengadilan Agama Banjarnegara diberi amanat sebagai pelaksana teknis yang mengatur semua proses pelaksanaan mulai dari Pelaksanaan persidangan sampai para peserta mendapatkan Buku Kutipan Akta Nikah dan Akta Kelahiran..

JANUR

Oleh Tim IT Pengadilan Agama diusahakan dirancang agar sistem aplikasi yang diterapkan mampu terakses baik oleh Pengadilan Agama sendiri maupun Kemenag serta Kantor Catatan Sipil dan ternyata cukup berhasil, dimana saat Pengadilan Agama sudah memutus dan memberikan penetapan data secara on line diterima oleh Kemenag secara digital untuk dibuatkan Buku Kutipan Akta Nikah dan setelah selesai dibuatkan Buku Kutipan Akta Nikah selanjutnya data secara otomatis terkirim ke Aplikasi Catatan Sipil untuk dibuatkan Kutipan Akta Kelahiran. Selanjutnya peserta istbat nikah Terpadu sudah dapat membawa pulang dua dokumen penting yakni Buku Kutipan Akta Nikah dan Kutipan Akta Kelahiran bagi anak-anaknya (lap.arief humas pa ba)