Nikah di Hutan Belantara

wakil-bupati1Wakil Bupati Banjarnegara Drs. H. Hadi Supeno M.Si pada hari Rabu tanggal 6 Januari 2016 berkunjung ke Pengadilan Agama Banjarnegara. Sesampai di Kantor PA Banjarnegara Wakil Bupati langsung disambut oleh Ketua Pengadilan Agama Banjarnegara Drs. H. Malik Ibrahim SH. M.Hum. para Hakim, Panitera dan Sekretaris.

Dalam sambutannya Ketua Pengadilan Agama Banjarnegara  mengatakan Pengadilan Agama Banjarnegara merupakan Pengadilan Agama Kelas I A dimana hal tersebut merupakan kelas tertinggi diantara Pengadilan-pengadilan yang setingkat.

Lebih lanjut Ketua Pengadilan Agama yang asli Demak ini menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan oleh Wakil Bupati Banjarnegara untuk bersilaturrahmi ke Pengadilan Agama Banjarnegara.

wakil-bupati2

Ketua Pengadilan Agama Banjarnegara dalam kesempatan itu memaparkan tentang kondisi Pengadilan Agama Banjarnegara baik menyangkut kepegawaian maupun perkara yang ditangani oleh Pengadilan Agama Banjarnegara sejak tahun  2012 sampai tahun 2015 yang cenderung semakin meningkat, namun juga diikuti oleh tingkat penyelesaian yang semakin tinggi.

Selanjutnya beliau mengatakan ada beberapa keunggulan yang telah dicapai oleh Pengadilan Agama Banjarnegara selama kepemimpinan beliau dalam masa 1 tahun, antara lain yang pertama adanya POSYANKUM (Pos Pelayanan Hukum) dimana bagi seseorang yang akan berperkara di Pengadilan Agama Banjarnegara didalam pembuatan baik permohonan maupun gugatan akan dibuatkan oleh  advokat yang bekerja sama dengan Pengadilan Agama Banjarnegara dan biaya sepenuhnya ditanggung oleh kantor Pengadilan Agama Banjarnegara. melalui DIPA yang ada dari Mahkamah Agung.

Kedua, Sidang diluar gedung Pengadilan Agama Banjarnegara (sidang keliling), hal ini bertujuan untuk mendekatkan masyarakat para pencari keadilan kepada Pengadilan Agama Banjarnegara, sehingga masayarakat secara finasiil dapat terbantu, untuk sidang keliling yang selama ini telah dilaksanakan baru menjangkau 6 kecamatan.

Ketiga, adalah Prodeo atau berperkara secara cuma-cuma, ini telah dilakukan oleh Pengadilan Agama Banjarnegara yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

Keempat, Melakukan pelayanan istbat terpadu yang bekerjasama dengan Disdukcapil dan Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara yang telah dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2015, dimana dalam pelaksanaannya tersebut masyarakat Kabupaten Banjarnegara yang melakukan istbat nikah dalam waktu satu hari sudah bisa mendapatkan Buku Kutipan Akta Nikah serta Akta Kelahiran untuk anak-anaknya. Dalam hal ini Ketua PA Banjarnegara menegaskan keberhasilan ini dapat tercapai berkat kemajuan teknologi informasi yang telah diterapkan di Pengadilan Agama Banjarnegara melalui APS (Aplikasi Pendukung Siadpa). 

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Bupati Banjarnegara Drs. H. Hadi Supeno M.Si beliau menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua Pengadilan Agama Banjarnegara dan seluruh pegawainya karena baru saat ini bisa silaturrahmi ke Pengadilan Agama Banjarnegara serta berterima kasih kepada Pengadilan Agama yang telah berkiprah secara nyata kepada masyarakat  Banjarnegara melalui layanan hukum.

wakil-bupati3

Dalam sambutannya tersebut Wakil Bupati Banjarnegara juga mengucapkan selamat atas prestasi yang telah dicapai oleh Pengadilan Agama Banjarnegara dalam bidang teknologi informasi, mudah-mudahan aplikasi yang telah ada di PA Banjarnegara dapat diberlakukan sekaligus ditiru oleh Pengadilan Agama seluruh Indonesia melalui Mahkamah Agung RI.

Wakil Bupati Banjarnegara juga menegaskan sangatlah tidak setuju terhadap masyarakat  khususnya perempuan yang melakukan nikah sirri, nikah sirri akan berdampak terhadap anak yang dilahirkan, harta yang diperoleh selama perkawinan berlangsung maupun harta waris jika salah satunya meninggal dunia, beliau sampai mengibaratkan nikah sirri itu jika dilakukan seperti orang nikah didalam hutan belantara yang tidak pakai aturan atau di negara yang belum merdeka. Bahkan Islam kata beliau telah secara nyata memerintahkan untuk taat kepada Allah, taat kepada Rasul dan ulil amri diantara kamu. Orang yang nikah sirri itu adalah orang yang tidak taat pada pemerintahan yang sah

Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Banjarnegara menanyakan apa faktor yang paling banyak mendukung sehingga terjadi perceraian, Ketua Pengadilan Agama Banjarnegara menjawab adalah faktor ekonomi, hal ini terindikasi banyaknya perempuan yang minta cerai yang telah ditinggal oleh suaminya sekian lama.

Dari jawaban tersbut, Beliau berharap agar nantinya di Kabupaten Banjarnegara diadakan kursus pra nikah, sehingga dapat menekan laju perceraian yang cenderung meningkat khususnya di Kabupaten Banjarnegara. (lap.arief humas pa.ba)